RSS

Earning Per Share

16 Mar

diresume oleh  :  Nurfita K. Dewi

EPS (earning per share) dikenal sebagai summary indicator yaitu item tunggal  yang dapat mengkomunikasikan  berbagai informasi mengenai kinerja atau posisi keuangan perusahaan.  Total pendapatan perusahaan dikurangi bagian pendapatan senior security (sekuritas hutang dan saham preferen) merupakan bagian pendapatan yang tersedia untuk pemegang saham biasa yang digunakan untuk penghitungan basic EPS.

.

Rumus perhitungan basic EPS =

Laba bersih setelah dikurangi dividen bagi pemegang saham preferen

Perhitungan dari jumlah saham outstanding

.

Basic EPS (earning per share) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan pada periode tertentu dari sudut pandang pemegang saham biasa.  Namun, perhitungan basic EPS dirasa tidak memenuhi kebutuhan investor karena pengaruh dari banyaknya jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan.  Options, stock warrant, dan convertible securities yang dapat dikonversi menjadi common stock mengurangi (mendilusi) pendapatan pemegang saham sebelumnya.

.

Opini APB No.9

Opini APB No.9 kemudian mengembangkan konsep residual securities dan senior securities.  Bila ada lebih dari satu jenis saham biasa yang beredar, atau sekuritas yang memiliki hak partisipasi dividen atau bila sekuritas  berasal dari porsi utama dari hak konversi, sekuritas tersebut harus  dipertimbangkan sebagai residual securities, bukan sebagai senior securities dalam penghitungan EPS.

Opini APB No. 9 hanya menyarankan (strongly recommended) dan tidak bersifat wajib, namun pengembangan tersebut menjadi kerangka dasar bagi  opini APB No.15 tentang pentingnya informasi EPS bagi investor dan pasar serta pentingnya metode perhitungan EPS yang konsisten demi keterbandingan.

.

Opini APB No. 15

Opini APB No. 15 mewajibkan penyajian EPS  sebelum extraordinary item dalamincome statement. Syarat ini kemudian digantikan oleh SFAS No. 128 yang menyebutkan bahwa pendapatan dari operasi berkelanjutan dan laba bersih ditampilkan di awal laporan keuangan.  Selain itu, pengungkapan EPS untukdiscontinued operations, extraordinary items, dan cummulative effect from accounting changes juga harus disampaikan.

APB No. 15 juga menyebutkan bahwa perusahaan dapat menganut dua macam struktur modal, yakni simple capital structure dan complex capital structure.  Perusahaan dikatakan berstruktur modal sederhana apabila hanya memiliki saham biasa saja (common stock sebagai residual securities) atau sekuritas lain yang apabila dikonversi, jumlahnya tidak akan mencapai diluted EPS 3%.

Sedangkan perusahaan dikatakan complex capital structure jika terdiri dariconvertible securities, options, warrant, atau hak lain dalam residual securities.  Perusahaan yang menganut complex capital structure diharuskan mengungkap dua jenis EPS, yakni primary EPS dan fully diluted EPS.

Primary EPS hanya memasukkan common stock equivalents selain common stock.  Common stock equivalent adalah sekuritas bukan dalam bentuk common stock namun memampukan pemilik sekuritas tersebut untuk mengkonversinya menjadi common stock dan berhak menerima hasil atas common stock.

.

.

Kritik atas APB No. 15

Tetapi APB No. 15 dikritik sebagai sewenang-wenang, terlalu rumit, tidak masuk akal, dan inkonsisten.  Kritik berfokus kepada apakah convertible security adalahcommon stock equivalen. APB No. 15 justru tidak menyampaikan perhitungan dasar EPS yang dianggap sangat penting karena memberikan gambaran perusahaan dari tanpa dilusi menuju ke dilusi penuh.

Atas banyaknya kritik terhadap APB No.15, perusahaan dengan complex capital structure tidak diharuskan melaporkan basic EPS. Namun kritik masih terus dilayangkan terhadap APB karena sebagian investor merasa basis EPS lebih penting dibanding primary EPS yang dihitung berdasarkan kondisi riil yang terjadi.

.

SFAS No. 128

Pada tahun 1991 FASB mencoba menyelesaikan masalah ini dan akhirnya mengeluarkan SFAS No. 128 dan IAS No.33 (keduanya memiliki isi yang sama) dan mengganti primary EPS dengan basic EPS, dengan alasan-alasan sebagai berikut  :

1.      Basic EPS dan diluted EPS akan memberikan pengguna rentang kemungkinan EPS yang mungkin terjadi.

2.      Penggunaan EPS secara internasional sangat penting dikarenakan database analisis keuangan dan penginternasionalisasi bisnis dan pasar modal.

3.      Indikasi bahwa praktik common stock equivalent tidak bekerja secara efektif.

4.      Perhitungan primary EPS sangat rumit dan kemungkinan tidak mudah dipahami dengan baik atau diterapkan secara konsisten.

5.      Penyajian basic EPS akan menghilangkan kritik terhadap penentuan tentang sekuritas common stock equivalent yang berubah-ubah.

SFAS No.128 mengharuskan penyajian EPS oleh semua perusahaan yang telah menerbitkan common stock atau sekuritas lain yang pengkonversiannya akan menyebabkan penerbitan common stock baru.  Perusahaan dengan simple capital structure hanya melaporkan basic EPS saja.  Sedangkan perusahaan lainnya diharuskan menyajikan basic EPS dan diluted EPS.

.

Basic EPS

Tujuan dari basic EPS adalah untuk mengukur kinerja perusahaan selama periode tertentu dari sudut pandang pemegang common stock. Basic EPS dihitung dengan rumus:

.

Diluted EPS

Tujuan dari diluted EPS adalah mengukur kinerja pro forma suatu perusahaan selama periode tertentu dari sudut pandang pemegang saham biasa apabila pengkonversian sekuritas yang dilutif benar-benar terjadi.  Penyajian ini konsisten dengan tujuan kerangka konseptual dalam penyediaan informasi keuangan perusahaan yang berfungsi untuk menilai prospek dari perusahaan.

Bersama dengan Basic EPS, dua angka ini akan menggambarkan proyeksi informasi historis ke masa mendatang dan menyesuaikan  proyeksi dengan efek dilutif dari suatu sekuritas.  Efek dilutif dari opsi saham dan warrants dihitung dengan menggunakan treasury stock method.  Dan efek dilutif dari convertible security dihitung menggunakan as if-converted method.

Sekuritas yang bersifat antidilutif tidak dimasukkan dalam penghitungan diluted EPS.  Diluted EPS seharusnya melaporkan potensi dilusi maksimal.  Ketika terdapat lebih dari satu sekuritas yang bersifat dilutif, maka sekuritas dengan efek dilutif paling besar yang dimasukkan ke perhitungan diluted EPS terlebih dahulu, diikuti sekuritas dengan efek dilutif makin kecil dibawahnya, sesuai urutan.  Cara mengetahui efek dilutif adalah dengan menghitung pendapatan dari kenaikan satu lembar saham.

.

.

Call Option and Warrant

Opsi saham dan warrant membolehkan pemegangnya membeli saham biasa dengan harga yang telah ditentukan, sehingga pemegang akan menggunakan haknya ketika harga pasar saham lebih tinggi dibandingkan harga yang telah ditetapkan sebelumnya.

FASB mengharuskan penggunaan treasury stock method untuk menghitung efek dilutif terhadap EPS.  Dengan metode ini, saham biasa untuk memenuhi penukaran hak opsi dan warrant didapatkan dengan membeli kembali saham biasa perusahaan yang beredar sesuai harga pasarnya, dengan uang yang diperolehnya dari hasil penukaran.  Selisih kekurangan lembar diperoleh dengan menerbitkan saham biasa baru, inilah yang disebut incremental sharesIncremental shares ini ditambahkan dengan jumlah rata-rata tertimbang lembar saham untuk penghitungan diluted EPS.

.

Written Put Option

Written put options dan forward purchasemensyaratkan entitas pelapor untuk membeli kembali sahamnya sendiri pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.  Sekuritas ini dilutif ketika exercise price di atas harga rata-rata pasar.  Efek dilutif dari written put options dan forward purchase dihitung menggunakan reverse treasury stock method, kebalikan dari treasury stock method pada hak opsi saham dan warrant.

Dengan metode ini, diasumsikan perusahaan akan menerbitkan saham biasa baru sesuai harga pasar untuk mendapatkan uang untuk menutup kontrak.  Uang hasil penerbitan saham baru digunakan untuk membeli kembali saham sesuai kontrak.  Selisih lembar saham yang diterbitkan dan yang diperoleh kembali ditambahkan ke penyebut pada penghitungan diluted EPS.

.

Convertible Securities

Ialah sekuritas (obligasi atau saham preferen) yang dapat ditukar dengan sekuritas lain (saham biasa) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.  Guna menentukan apakah sekuritas bersifat dilutif, memerlukan perhitungan EPS seolah-olah penukaran telah terjadi.  Bentuk “as-if-converted” kemudian dibandingkan dengan EPS tanpa penukaran.

Jika penukaran dapat menyebabkan EPS menurun, sekuritas menjadi dilutif.  Jika tidak, sekuritas akan dinggap antidilutif dan pengaruh proforma penukarannya tidak akan termasuk di dalam terdilusi.

Dengan metode ini “as-if-converted” ini maka  :

1.  Apabila perusahaan memiliki saham preferen konvertibel, dividen saham preferen konvertibel tidak dikurangkan dari net incomesebagai pembilang EPS.  Jika saham preferen tersebut dikonversi, lembar preferen tersebut tidak lagi beredar dan dividen preferen tidak akan dibayarkan.  Oleh karena itu, tidak akan ada bagian laba bersih untuk pemegang saham preferen konvertibel.

2.  Apabila perusahanan memiliki obligasi konvertibel, beban bunga atas sekuritas tersebut setelah pajak ditambahkan ke pembilang.  Jika obligasi tersebut dikonversikan, bunga tersebut tidak akan dibayarkan kepada kreditor, sehingga tidak akan ada penghematan pajak.  Akibatnya, laba bersih akan meningkat sebesar beban bunga dikurangi besarnya pajak.

3.  Jumlah lembar yang diterbitkan pada pengkonversian sekuritas ditambahkan sebagai penyebut EPS.

.

Contingently Issuable Shares

Ialah jumlah lembar yang penerbitannya bergantung pada kondisi tertentu, seperti mencapai tingkat pendapatan atau harga pasar tertentu di masa mendatang.  Jika kondisi-kondisi tersebut tidak terjadi sampai akhir periode pelaporan, SFAS No.128 mengharuskancontingently issuable shares dimasukkan dalam penghitungan diluted EPS sesuai dengan jumlah lembar yang akan dimasukkan apabila akhir periode pelaporan sama dengan periode kontinjensi.

.

Usefulness of EPS

Tujuan dari EPS adalah untuk memberikan investor sebuah indikator atas (1) nilai perusahaan dan (2) harapan dividen di masa mendatang.  Masalah teori yang terbesar yang mengelilingi presentasi EPS adalah apakah informasi ini harus berdasarkan pada sejarah atau ramalan informasi.  Badan akuntansi yang berwenang telah menetapkan bahwa EPS didasarkan pada data historis, bukan data ramalan.  Pandangan ini dituangkan dalam opini APB No. 15 dan baru-baru ini oleh SFAS No. 128 yang konsisten dengan gejala ini.

EPS merupakan indikator keseluruhan, yaitu nilai tunggal yang memberikan informasi tentang kinerja atau posisi keuangan perusahaan. EPS sangat populer karena diperkirakan EPS mengandung informasi yang bermanfaat dalam membuat prediksi mengenai dividen dan harga saham di masa mendatang, serta sebagai ukuran keefisienan suatu perusahaan.

Namun, beberapa akuntan menentang penggunaan laba indikator keseluruhan seperti EPS.  Mereka menyatakan bahwa untuk memahami kinerja perusahaan membutuhkan analisis yang mendalam, tidak hanya dengan rasio tunggal.  Investor akan lebih puas dengan mendapatkan prediksi atas arus kas di masa mendatang.  (blog.akusukamenulis)


:::  Aksi COPYPASTE tanpa menyebutkan sumber tulisan adalah

sebuah PLAGIASI!  :::

.

Sumber  :

Schroeder, G. Richard.  Financial Accounting Theory and Analysis.  Hermitage Publishing Services.  2001  :  New York.

Hartantyo, Heru dan Romatan Alex Y.  Resume Laporan Keuangan I  :  Income Statement. 2011  :  Jakarta.

Sukono, dkk. Konsep Penghasilan dan Laporan Laba Rugi. 2008  :  Jakarta.

.http://akusukamenulis.wordpress.com/2011/02/15/earning-per-share/

Sumber Gambar  :::

http://www.google.co.id/imglanding?q=earnings+per+share&um=1&hl=id&tbs=isch:1&tbnid=ZMNamBNDY5ZPjM:&imgrefurl=http://www.12manage.com/methods_eps.html&imgurl=http://www.12manage.com/images/picture_earnings_per_share.gif&ei=OTBaTeWdAc_jrAePq4jMDQ&zoom=1&w=447&h=302&iact=hc&oei=OTBaTeWdAc_jrAePq4jMDQ&page=1&tbnh=118&tbnw=174&start=0&ndsp=10&ved=1t:429,r:0,s:0&biw=1024&bih=388

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in AKUNTANSI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: