RSS

Income Concepts : Recognition and Recipients

diresume oleh  :  Nurfita K. Dewi

 

Dalam pembahasan The Nature of Income telah dijelaskan mengenai pendekatan Physical Capital Maintenance Concept berkaitan dengan pengakuan pendapatan.  Pembahasan kali ini akan membahas mengenai pendekatan pemeliharaan modal fisik yang dianggap memiliki banyak kesulitan dalam penerapannya.  Untuk mengatasi kelemahan ini, para akuntan mengusulkan pendekatan lain dalam menentukan income yakni  :

 

 

•  Transaction approach, atau
•  Transaction Based Accounting, atau
•  Matching approach.
.
Transaction Approach
Transactions approach bersandar pada anggapan bahwa elemen-elemen dalam laporan keuangan harus dilaporkan ketika ada bukti adanya pertukaran dengan pihak luar (arm’s length transactions principe).  Pendekatan ini umumnya menuntut bahwa penghasilan yang dilaporkan merupakan akibat dari berurusan dengan pihak eksternal di luar unit laporan dan hal ini menimbulkan prinsip realisasi.
The realization principle menyatakan bahwa penghasilan harus diakui ketika proses penghasilan telah lengkap atau benar-benar lengkap dan telah terjadi pertukaran.  Transaksi pertukaran adalah dasar akuntabilitas dan menentukan pemilihan waktu pengakuan pendapatan dan jumlah yang dicatat.  Hasil laporan keuangan adalah menampilkan hubungan dari modal keuangan yang diinvestasikan (uang) dalam nilai net asset dan pengembalian dari investasi kepada pemegang saham.  Konsekuensinya, secara tradisional, dasar akuntansi transaksi adalah konsisten dengan financial capital maintenance concept.
Akuntansi berbasis transaksi berbeda dengan konsep ekonomis pendapatan dimana pendapatan akuntansi ditentukan dengan hanya megukur net assettercatat, tidak termasuk transaksi modal dan dividen, selama satu periode.
Kritik atas transaction approach dilontarkan karena pendekatan ini tidak melaporkan seluruh informasi relevan mengenai entitas bisnis.  Para penyuka intepretasi liberal berpendapat bahwa pendapatan harus memasukkan seluruh keuntungan dan kerugian dalam aktiva atau kewajiban yang diterima entitas selama periode tertentu tanpa memperhatikan apakah telah terealisasi atau belum.
Edward dan Bell mengusulkan bahwa dengan hanya sedikit perubahan dalam prosedur akuntansi sekarang, empat tipe pendapatan dapat diisolasi.  Keduanya berpendapat bahwa pengukuran ini akan lebih baik dalam mengindikasikan kekayaan dan memberikan informasi yang lebih kepada pengguna untuk menganalisa hasil perusahaan.  Empat tipe pendapatan tersebut adalah  :

1.      keuntungan operasi saat ini – kelebihan pendapatan penjualan atas biaya produksi dan penjualan.

2.      penghematan biaya yang dapat direalisasi – kenaikan harga aktiva yang dimiliki selama satu periode.

3.      penghematan biaya yang direalisasi – perbedaan antara biaya perolehan dengan harga pembelian barang dijual saat ini.

4.      keuntungan modal yang direalisasi – kelebihan hasil penjualan atas biaya perolehan dalam pelepasan aktiva jangka panjang.

Sprouse dalam menekuni penemuan AFRS Nomor 3 membahas konsep yang sedikit lebih mendekati, “berapa banyak dari apa yang dilaporkan sebagai pendapatan bukanlah pendapatan sama sekali tetapi melulu hasil palsu dari penggunaan unit sekarang dari pengukuran penghasilan dan sebuah unit usang bagi pengukuran biaya, terutama depresiasi.”

Karena hak kepemilikan berubah secara konstan, kita harus berusaha untuk mengakui secara periodik perubahan pengukuran, dan dalam hal ini kita juga harus melakukan identifikasi sifat dari perubahan.  Seperti dilaporkan pada umumnya, penghasilan sebaiknya disusun ke dalam tiga elemen, masing-masing sedapat mungkin memiliki perbedaan ekonomi yang signifikan.  Apakah margin kotor hasil dari operasi sebenarnya -perbedaan antara harga penjualan saat ini dari sebuah produk dan biaya saat ini dari biaya produksi- keduanya diukur dalam dolar hari ini?  Berapa banyak penghasilan perusahaan yang bukan merupakan hasil dari operasinya tetapi hasil dari perubahan dalam nilai aktiva yang signifikan, sebagai contoh, penawaean yang besar dari bahan mentah, mungkin segudang penuh gula?  Seperti perubahan yang secara kebetulan tepat dan tidak diperkirakan dan perlu untuk dipisahkan, jika laporan keuangan diintepretasikan dengan arti yang sebenarnya dan jika keputusan investasi rasional menjadi dasar dari pengukuran penghasilan.  Dan berapa banyak dari apa yang dilaporkan sebagai pendapatan bukanlah pendapatan sama sekali tetapi melulu hasil palsu dari penggunaan unit sekarang dari pengukuran penghasilan dan sebuah unit usang bagi pengukuran biaya – terutama depresiasi?

Edward and Bell feat. AFRS Nomor 3 mengusulkan sebuah perubahan utama yakni pelaporan keuntungan dan kerugian belum terealisasi (ditahan) dalam net asset entitas selama satu periode.  Pendapat ini berfokus pada dua poin utama yakni  :

1)  keuntungan dan kerugian tak terduga dari kepemilikan aktiva dan kewajiban tertentu harus dilaporkan sebagaimana terjadinya,

2)  perubahan dalam mengukur unit harus dieliminasi dari proses pelaporan, yang berarti laporan keuangan harus disesuaikan dari dampak inflasi.  Karenanya, laporan keuangan harus disesuaikan dengan dampak inflasi.

 

FASB baru-baru ini mengadopsi pendekatan neraca yang mendefinisikan pendapatan sebagai perubahan periodik dalam net asset.  Perubahan ini perlu karena sepanjang waktu, FASB telah mengalah pada tekanan beberapa pengguna laporan keuangan untuk mengesahkan pendekatan kinerja operasi saat ini untuk menentukan penghasilan dengan mengijinkan beberapa perubahan dalam aktiva dan kewajiban untuk mengabaikan laporan laba rugi.

Praktik tersebut dihasilkan dari perhatian akademisi dan analis investasi yang berpusat di sekitar dua permasalahan :

1.  kesulitan bahwa pengguna telah menemukan informasi relevan yang dilupakan dalam laporan laba rugi dan neraca,

2.  pentingnya serta dampak item-item tersebut pada penilaian ekuitas.

SAFS Nomor 130 ”Comprehensive Income kemudian dikeluarkan oleh FASB sebagai sebuah reaksi.  SFAS No.130 menetapkan comprehensive incomesebagai semua perubahan dalam aktiva bersih selain transaksi dengan pemilik.  Tujuan utama pernyataan ini adalah untuk memberikan item pendapatan komprehensif lainnya (perubahan dalam aktiva dan kewajiban yang tidak diungkapkan dalam laporan laba rugi) sama dengan keunggulan sebagai jumlah pendapatan bersih dalam laporan keuangan.

di copas dari:

http://akusukamenulis.wordpress.com/2011/03/05/income-concepts-recognition-and-recipients/

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in TEORI AKUNTANSI

 

Sistem-sistem Akuntansi di Dunia

MALAYSIA

Meskipun Malaysia telah berjuang dalam sejarah, negara ini telah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dalam 30 terakhir ini. Lebih jauh lagi, tingkat kemakmuran malaysia telah meningkat secara pesat. Prospek beberapa tahun ke depan pun amat menjanjikan dengan antisipasi pertumbuhan dalam GDP, Konsumsi pribadi dan investasi pribadi.
Seperti Indonesia, sistem resmi Malaysia berasal dari Inggris. Seperti yang sudah diperkirakan, sistem akuntansi ini juga membidik untuk bertemu dengan informasi yang diperlukan oleh investor. The Malaysian Institute of Accounting (MIA) telah didirikan dibawah pengawasan regular perkumpulan profesi akuntan di Malaysia. Tapi, Malaysia merestrukturisasi sistem akuntansinya pada tahun 1997 dengan Financial Reporting Act, yang dibuat oleh Fiancial Reporting Foundation (FRF)/ Badan pelaporan keuangan dan Malaysian Accounting Standart Board (MASB). FRF mengawasi pekerjaan MASB tetapi tidak terlibat dalam proses standarnya. MASB adalah badan independen yang di ciptakan untuk mengembangkan dan mengajukan standar akuntansi di Malaysia. Kerangka kerja baru ini dibuat dengan proses standar  yang representatif dengan pengguna, pembuat kebijakan, dan akuntan.
AKUNTANSI DI NEGARA LATIN
Citra rasa dari akuntansi latin dapat ditemukan di berbagai negara berkembang khususnya Brasil, Chili, Kolombia, Meksiko, Peru dan Uruguay. Akuntansi latin lebih bersifat konservatif dan rahasia dibandingkan denagan negara Anglo-Amerika.
BRASIL
Seperti di Prancis dan Itali, tradisi akuntansi di Brasil memberikan pilihan informasi yang di butuhkan oleh petugas pajak dan kreditor. Meskipun kepentingan investor dari dalam dan luar negeri yang sudah masuk ke dalam pasar saham meningkat. Masih ada signifikan kecil yang sama jauhnya dengan sikap ke akuntansi dan penyingkapan yang diperhitungkan.
Sperti di negara latin lainnya, pengaruh dari pemerintahan, peraturan perusahaan dan kebijakan pajak dalam akuntansi adalah hal dasar yang amat penting. DiBrasil warisan kebudayaan Portugis adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Meskipun peraturan perdagangan dasar telah ditetapkan pada tahun 1850, hukum perusahaan pada tahun 1976 berisi tentang persyaratan dasar perintah persiapan pelaporan keuangan dan pengungkapan untuk perusahaan publik. Sebagai tambahan Commissao de Valores Mobiliarios (CVM), SEC,, mengeluarkan standar akuntansi untuk perusahaan yang terdaftar dalam pasar modal. Pasar modal Brasil meskipun kecil dibandingkan dengan Inggris dan Amerika. Adalah salah satu pasar utma di Amerika Latin dan pertumbuhannya amat penting.
Profesi kauntan di Brasil tidak begitu berkembang seperti di negara Anglo-Saxon, tetapi institute untuk akuntan Brasil (IBRACON) dan Dewan Akuntansi Federal telah mengeluarkan standar akuntansi yang diterima secara umum sebagai prinsip akuntansi yang bertujuan untuk mengembangkan akuntansi di negara ini.
ARGENTINA
Pada sejarahnya, akuntansi Argentina berfokus pada pemenuhan kebutuhan kreditor dan pemungut pajak. Kebijakan keuangan di Argentina mewaibkan pelaporan keuangan tahunan  dan perusahaan publik juga harus mengeluarkan pernyataan setiap kuartal (4 bulan).
Argentina memiliki sistem akuntansi yang unik di Amerika Latin. Standar akuntansi mereka ditetapkan oleh FACPCE, tapi struktur FACPCE berbeda dengan negara Latin lainnya. FACPCE terdiri dari 24 dewan terpisah yang datang bersama untuk membuat resolusi teknikal (TR), yang mana berkaitan dengan norma akuntansi pada subjek tertentu. Setiap anggota dewan mewakili yuridikasi yang berbeda di Argentina.. setelah TR terbentuk oleh FCAPCE, maka anggota dewan memutuskan untk menyetuui TR tersebut atau mengamandemennya untuk bagian tertentu. Sebagai hasilnya adalah harmonisasi di seluruh negeri bisa tercapai jika semua standar bisa diadopsi tanpa adanya perubahan apapun.
Argentina juga menunjukan kebingungan antara siapa yang bisa mengajukan hukum daripada standar akuntansi. Dengan memperhitungkan bahwa tingkat inflasi di argentina beberapa tahun yang lalu tinggi,  konsep dari level harga umum (GPL/General Price Level) juga telah dipertimbangkan untuk di formulasikan ke dalam standar akuntansi. Lebih spesifik lagi akuntansi GPL memperbolehkan Argentina untuk mengatur jumlah kas pada laporan keuangan mereka untuk mencerminkan kemampuan membeli mereka. Tapi pemerintah Argentina memutuskan untuk mengeluarkan keputusan ke institusi regulasi Argentina seperti CNV dan Bank Sentral untuk tidak menerima GPL.
MEKSIKO
Seperti Brasil, Meksiko memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kreditor dan pemungut pajak. Sistem resmi Meksiko yang berasal dari Prancis adalah faktor yang lebih disukai.
Sejak pembentukan persetujuan perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA/North America Free Trade Agreement). Pertumbuhan ekonomi Meksiko telah meningkat. Tetapi dengan negara internasional lainnya menjadi lebih menonjol pada arena global, ini penting bagi Meksiko untuk mengakses pendanaan. Meksiko memerlukan keterbukaan dalam kerjasamanya sebagai tujuan untuk mencapai perkembangan ekonomi yang berkesinambungan.
Secara sejarah, akuntansi  Meksiko telah di pengaruhi prinsip akuntansi berlaku umum AS dan standar auditing AS. Pengaruh kuat ini dibutuhkan oleh Meksiko untuk investasi asing yang datang dari AS. Lebih jauh lagi banyak perusahaan Meksiko yang mendaftarkan dirinya ke dalam pasar saham terbesar di dunia. Kecendrungan mereka untuk melihat ke standar akuntansi AS telah meningkat setelah dibuatnya NAFTA, tetapi Meksiko  secara berkala melihat IFRS ketika standar AS tidak bisa memenuhi keinginan mereka.
Konstitusi Meksiko menetapkan asosiasi profesional untuk menetapkan bagian tanggung jawab aktivitas mereka. Asosiasi akuntan melalui negara mendelegasikan kapasitas yang berkaitan dengan aturan ke IMCP, yang juga merupakan institusi yang mengawasi profesi akuntansi di Meksiko. IMCP mengeluarkan standar akuntansi dan audit, begitu juga kode etik untuk akuntan mirip seperti AICPA di amerika. IMCP menetapkan persyaratan pendidikan berkelanjutan, melakukan investigasi dan mengatur praktek profesional. Pada tahun 2001 IMCP membentuk CINIF. Institusi ini bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi sejalan dengan IFRS. Pada tahun 2004 standar yang dikeluarkan oleh IMCP diteruskan ke CINIF. Pada awal 2005, GAAP Meksiko sudah 70% sejalan dengan standar internasional.
AKUNTANSI  DI ASIA
Banyak negara berkembang mempunyai sejarah penjajahan seperti Indonesia (Belanda); India, Pakistan, Hong Kong, Singapura dan Malaysia (Inggris); dan philipina (Spanyol/AS). Cina juga telah di pengaruhi oleh ide barat dan sosialis dari bekas Uni Soviet. Pada tahun 1997, banyak negara berkembang di Asia mengalami kemunduran kepercayaan diri didalam pasar keuangan, yang berujung pada krisis finansial. Salah satu jalan keluar dari hal ini adalah meningkatkan kualitas dan transparansi akuntansi dengan cara mengadopsi kualitas dan transparansi akuntansi, dengan cara mengadopsi kualitas yang lebih tinggi dari standar akuntansi.
CINA
Perubahan besar tekanan di bawah Cina terjadi dari fokus utama pada informasi yang dibutuhkan oleh pemerintah, yang melibatkan perencanaan dan perpajakan nasional. Menuju ke sudut pandang yang lebih luas termasuk oleh investor, kreditor dan manajemen perusahaan. Sebuah keputusan yang berorientasi mikro yang menahan ukuran kontrol makro ekonomi-keseimbangan yang diberikan ke tradisis Cina oleh keseragaman dan peraturan yang detail.
RRC adalah negara yang menganut paham komunis, oleh karena itu pemerintah, melalui hukum yang ditetapkan oleh Kongres Rakyat Nasional, adalah pengaruh utama dari akuntansi dan auditing. Meskipun sejarah akuntansi di Cina bisa dilacak 2000 tahun yang lalu, pada awal tahun 1900 sistem pembukuan ganda dikenalkan,. Kemudian pada tahun 1940, sistem akuntansi berorientasi barat dilaksanaka pada perusahaan besar dan pelajaran akuntansi di tingkat universitas pun meningkat dipengaruhi oleh UK dan AS. Tetapi RRC pada tahun 1949 berubah drastis dengan pengenalan sistem akutansi Uni Soviet dan tekanan atas keseragaman dan kontrol terpusat untuk tujuan rencana nasional. Sejak 1978, pendekatan ini telah dimodifikasi mengikuti kebijakan “pintu terbuka” ke dunia luar dan program ambisius Cina untuk meodernisasi. Dengan mreformasi ekonomi yang menuju ke arah orientasi ekonomi telah mendatangkan beberapa reformasi akuntansi. Hukum akuntansi RRC diadopsi pada tahun 1985 dan direvisi pada 1993 dan lagi 1999, ditetapkan prinsip umum yang peduli tentang pean dan lingkungan akuntansi, dan didukung oleh MOF untuk mengeluarkan standar akuntansi.
Pada tahun 1992, dasar akuntansi untuk perusahaan bisnis dan kerangka kerja konseptual unuk RRC di keluarkan, pada awal tahun 1993 standar akuntansi dikembangkan ke dalam berbagai topik  dengan standar akhir yang dikeluarkan. Pada tahun 1998, peraturan yang diaplikasikan untuk bergabung ke perusahaan diganti dengan keluarnya sistem kauntansi untuk bergabung dengan PT. mengikuti revisi peraturan akuntansi pada tahun 1999, Dewan RRC juga mengeluarkan FARR  untuk perusahaan. Yang mana memperbaharui definisi dari aset, liabilitas, ekuitas pemilik, pendapatan dan bebanyang sebelumnya sama dengan standar dasar. FARR juga mengelompokan komponen pertanyaan keuangan/lap.keuangan termasuk laporan arus kas, neraca saldo dan laporan laba rugi.
Standar akuntansi yang baru, dibangun sebagai standar dasar dan rangkaian dari standar spesifik, yang menggambarkan perubahan besar dengan pendekatan dalam akuntansi Cina dalam hal semua perusahaan sekarang perlu patuh dengan gabungan dari prinsip akuntansi. Tetapi isi yang paling penting dalam konteks standar akuntansi yang bau. Ini mengambarkan sebuah area baru dalam akuntansi Cina. Satu berdasarkan dari pendekatan pasar yang berorientasi barat lebih dari gaya lama Uni Soviet. Akuntansi keuangan berdasakan pada kesamaan sember dana dan pengaplikasian dana, telah diperbaharui dan diganti dengan penjumlahan akuntansi, dimana aset-aset equal liabiltas ditambah modal/ekuitas pemilik. Dalam pembuatan perubahan ini, kepentingan grup pengguna yang lebih luas melebihi pemerintah. Telah dikenali, di beri nama, investor, kreditor dan manajemen perusahaan. Informasi akuntansi sekarang harus bertemu dengan lebih dari persyaratan untuk kontrol makro ekonomi nasionaql. Jadi posisi keuangan perusahaan dan hasil operasi bisa dimengerti dan praktik finansial &administrasi yang telah dikuatkan, informasi akuntansi juga harus bertemu dengan kepentingan/kebutuhan pengguna eksternal dan manajemen.
Meskipun pemerintah melalui MOF dan agensi akuntansi resmi, DAAA telah menetapkan reformasi akuntansi, ini sangat adil untuk dikatakan bahwa organisasi akuntansi ,yang notabene adalah Asosiasi Akuntansi Cina, sebuah badan yang mengkhususkan dalam penelitian dalam pendidikan, teori dan praktik akuntansi, telah memainkan peranan penting. Asosiasi ini didirikan pada tahun 1980, membentuk grup penelitian dalam teori dan standar akuntansi dengan kebanyakan anggotannya yang memiliki pendidikan setara dengan profesor.
INDONESIA
Berdasarkan seajarah, sistem akuntansi Indonesia didasari oleh sistem akuntansi Belanda sebagai hasil dari pengaruh Belanda di negeri ini. Tetapi, ikatan antara kedua negara rusak pada pertengahan tahun 1900. Indonesia berubah mengikuti praktik akuntansi AS. IAI didirikan pada tahun 1959 untuk membimbing akuntan Indonesia. Pada tahun 1970 IAI membuat kode dan diadopsi oleh prinsip dan dasar akuntansi berdasarkan GAAP Aspada waktu itu. Sistem akuntansi Indonesia berfokus kepada informasi yang dibutuhkan oleh investor diatas permintaan pemerintah. Pada tahun 1974, IAI membuat komite standar akuntansi keuangan untuk membuat standar keuangan.
Indonesia telah membuat perkembangan ekonomi yang bagus pada dekade yang lalu. Tetapi krisis fiansial asia membuat negara ini menuju ke arah kemiskinan. Sejak krisis, Indonesia telah melakukan beberapa perubahansosial dan politik. Yang menghasilkan perubahan substansial dan merubah drajat kemakmuran sperti sebelum krisis.
Pada tahun 1994, komite standar akuntansi keangan direkonstruksi sebagai aturan standar akuntansi yang lebih independen atas IAI, sekarang DSAK bekerja untuk mengharmonisasi standar akuntansi indonesia dengan IFRS.
THAILAND
Thailand adalah salah satu negara di Aasia Tenggara yang berhasil menghindari penjajahan. Tetapi sistem akuntansi di negara ini menghargai transparansi dan kebutuhan informasi investor, mirip dengan negara Anglo-Amerika. Setelah krisis keuangan tahun 1997. Thailand menerapkan reformasi untuk meningkatkan kerjasama pemerintah dan meningkatkan investasi untuk kompetisi. Perekonomian Thailand pulih dengan cepat dan mengalami pertumbuhan yang bagus. Tingkat kemiskinan juga menurun sebagai akibat dari penguatan ekonomi.
Standar akun dikeluarkan oleh ICAAT, yang didirikan pada tahun 1948. tetapi, standar akuntansi Thailand harus disetujui oleh menteri keuangan dan ditempatkan secara hukum sebelum perusahaan menggunakan mereka. Sekarang ICAAT telah mengadopsi 21 dari seluruh standar IAS.
Komisi bursa saham Thailand mensyaratkan bahwa semua perusahaan yang mendaftarkan diri pada SET (bursa saham Thailand) harus diaudit oleh auditor eksternal dan independen. Lebih auh lagi perusahaan yang ingin mendaftarkan diri dalam bursa harus memenuhi beberapa persyaratan yang dibutuhkan oleh investor. Sebagai tambahan , ini sudah diptuskan bahwa pengawasan perusahaan yang sudah masuk ke dalam bursa saham yang dulunya dilakukan oleh menteri keuangan sekarang di pindahkan ke Thailand SEC yang mana akan menghasilkan peraturan organisasi dan penekanan hukum ke perusahaan yang sudah terdaftar dalam busrsa saham.
SISTEM AKUNTANSI DI NEGARA EROPA TIMUR
Akuntansi di Eropa Timur menurut sejarah didasarkan pada konsep sosialis yang berfokus kepada rencana ekonomi. Akuntansi meeka juga condong kearah kebutuhan petugas pajak dan fokus sedikit ke arahpencerminan laba perusahaan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir. Negara di Eropa Timur telah menerapkan transisi dari negara sosialis menuu ke gaya ekonomi pasar barat. Bagian ini menjelaskan mengenai Rusia, Polandia dan Rep. Ceko yang merubah sistem akuntansinya seiring pergerakan mereka menuu pasar ekonomi.
POLANDIA
Polandia memulai transisinya ke arah pasar ekonomi pada tahun 1990 menggunakan model shock therapy, yang berarti bahwa semua perubahan dibuat secara bersamaan. Faktanya tujuan Polandia adalah membangun basis untuk pasar ekonomi dalam satu tahun. Dengan cara membuat legal, institusional dan institusi ekonomi yang diperlukan untuk membantu privatisasi ekonomi. Meskipun transisi mereka dimulai di bawah kondisi yang susah seperti inflasi yang tinggi. Negara mereka pun menjadi salah satu pemimpin diantara negara transisi. Kemiskinan dan pengngangguran masih tetap tinggi di Polandia, tetapi negaa ini tetap membuat kemajuan. Munkin yang paling berarti adalah masuknya negara ini ke dalam Uni Eropa pada tahun 2004.
Dibawah rezim komunis, akuntansi tetap eksis untuk mengatur penggunaan aset negara dan menjaga aset publik dari pencurian. Menteri keuangan membuat akuntansi untuk mengontrol kegiatan dari perusahaan perseorangan. Rencana akuntansi Soviet dikenalkan pada tahun 1953-1954 yang mana mengalokasikan dana surplus untuk aktivita negara. Dengan begitu akuntansi ada bukan untuk mengukur keubntungan atau efidiensi tetapi untuk menolong pemerintah menyalurkan dana untuk aktivitas negara. Pengungkapan yang digunakan untuk mengetahui seberapa bagus perusahaan mencapai targetsurplus. Meskipun tidak ada hukuman untuk kegagalan, perusahaan masih beresiko untuk tidak disukai oleh partai komunis.
Sistem akuntansi polandia melalui 3 tahapan transisi yaitu pada tahun:1991, 1994,  dan 2000. ketetapan akuntansi 1991 yang dikeluarkan oleh menteri keuangan untuk menyediakan peraturan yang menjembatani transisi ekonomi menuju pasar ekonomi. Tetapi, ketetapan yang dibuat tanpa mengkonsultasikan perbedaan pengguna informasi sangat dikritik karena sangat tidak membantu dan banyaknya ketidak konsistenan antara praktik dan aturan.
The Accounting Act tahun 1994 yang dikeluarkan untuk membawa akuntansi Polandia lebih dekat dengan standar Uni Eropa. Polandia mengadopsi ide dari “true and fair view” dan mengeluarkan standar untuk mengisi kekosongan dalam sistem. Peraturan ini membuang persyaratan untuk menggunakan chart of account dan mensyaratkan perusahaan untuk mengembangkan rencana akuntansi perusahaan. Sebagai tambahan , ini mengatur bursa saham untuk membuat peraturan untuk perusahaan yang ikut bursa saham, lebih spesifik lagi di daerah pengungkapannya. Standar Akuntansi Polandia sekarang sudah lebih sejalan dengan IFRS.
RUSIA
Meskipun situasi ekonomi di Rusia telah meningkat, negara ini berbeda dengan negara transisi  lainnya. Pertama, saham perusahaan baru masih kecil dibandingkan dengan yang lain. Yang kedua, banyaknya unit prodeksi bergaya soviet lama yang mesih berfungsi meskipun dalam keadaan merugi. Kemampuan negara ini untuk tumbuh berasal dari Sumber Daya Alamnya, contohnya minyak dan gas, lebih jauh mereka mendominasi dengan monopoli lamanya yang tidak berubah.
Dalam Federasi Rusia, pemerintah mempunyai kontrol tunggal atas akuntansinya. Sebagai hasil dari latar belakang negara sosialis. Standar akuntansi Rusia diformulasikan untuk melacak input dan output. Karena itulah standar mencerminkan sedikit tentang nilai dan laba. Perusahaan di Rusia lebih condong merubah laba untuk menghindari pajak dan merubah pendapatan agar terlihat lebih menguntungkan bagi investor.
Umumnya menteri keuangan Rusia membuat ketetapan akuntansi. tetapi, CBRF yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi dan audit untuk bank dan institusi kredit. Sebagai tambahan CBRF memonitor mereka dan meneapkan persyaratan modal minimum.
Pada tahun 2002 perdana menteri Rusia mengumumkan bahwa perusahaan Rusia dan bank harus membuat laporan keuangan yang sesuai dengan IFRS pada aawal tahun 2004. lebih spesifik lagi semua pernyataan konsolidasi oleh perusahaan dan bank harus disiapkan dengan IFRS. Laporan keuangan bank individual juga harus disiapkan dengan IFRS tetapi untuk perusahaan individual harus lanjut menggunakan GAAP Rusia.
REPUBLIK CEKO
Rep. Ceko mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1993 dan secara bertahap mengikuti polandia dan menggunakan model shock therapy sebagai sebuah upaya untuk berubah menjadi pasar ekonomi. Meskipun berjalan dnegan sukes beberapa tahun pertama, Rep. Ceko mendapatkan masalah dengan mata uangnya pada tahun 1996, yang mana membutuhkan keputusan kebijakan uang ketat. Perekonomian masih menderita karena defisit keuangan besar dan inflasi yang terus meningkat. Tetapi banyak orang merasa Rep. Ceko telah berhasil mentransisi dirinya ke pasar ekonomi, hal ini dibuktikan dengan masuknya mereka ke Uni Eropa pada tahun 2004.
Rep. ceko memperkenalkan sistem akuntansi dan pajak yang baru pada tahun 1993. seperti polandia, standar ini masih dibuat oleh menteri keuangan, tetapi mereka lebih fokus ke standar ekonomi yang dibawa pasar. Rep. Ceko sekarang bekerja untuk menghilangkan perbedaan antara peraturan akuntansi Ceko dengan IFRS menggunakan aturan Ceko.
Seperti Polandia, hak masuk Rep. Ceko ke Uni Eropa merupakan langkah besar untuk negara ini karena persyaratannya yang berat. Sebagai tambahan ini menggambarkan kesuksesan negara ini untuk pasar ekonomi. Meskipun keterpurukan ekonomi masih ada. Sebagai bagian dari Uni Eropa, republik ceko mengadopsi IFRS pada tahun 2005. Tantangan Rep. Ceko pada saat ini adalah untuk bertahan dengan perubahan yang cepat tanpa manajemen senior. Perubahan menuju IFRS membutuhkan banyak perjuangan dari seluruh perusahaan untuk menggunakan sistem baru dalam proses pengungkapan perusahaan.
di copy dari:

 

 
 

Income Statement : Concept, Elements, and Format

Oleh  :  Nurfita Kusuma Dewi

.

FASB dalam SFAC Nomor 1 telah menerangkan tujuan utama pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi tentang kinerja perusahaan melalui ukuran pendapatan. Income Statement (Laporan Laba Rugi) merupakan sesuatu yang utama bagi perusahaan terkait ukuran pendapatan.  Income statement memiliki nilai prediktif sesuai karakteristik kualitatif yang didefinisikan dalam SFAC Nomor 2.  Income statement memiliki nilai sebagai ukuran arus kasa masa depan, yakni sebagai ukuran dari  efisiensi manajemen dan panduan dalam pencapaian tujuan manajerial.

Di sisi yang lain, investor merupakan fokus utama dalam lingkungan pelaporan keuangan.  Sumber daya investor (current resources) yang digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan mengandung sifat ketidakpastian atas arus kas masa depan (future-uncertain resources).  Sebagai konsekuensinya, investor dalam kondisi seperti ini memerlukan informasi yang yang dapat membantu mereka untuk menilai arus kas di masa yang akan datang.

Seperti kita ketahui bersama, pelaporan keuangan memiliki beberapa konsekuensi ekonomis (economic consequences of financial reporting) yakni:

1  Informasi keuangan dapat mempengaruhi distribusi kekayaan diantara investor.  Investor yang memperoleh informasih lebih banyak (mempekerjakan analis sekuritas) mungkin mampu meningkatkan kekayaan mereka daripada investor yang kurang informasi.

2.  Informasi keuangan dapat mempengaruhi tingkatan risiko yang diterima perusahaan.  Fokus pada jangka pendek, memiliki risiko lebih kecil, tetapi mungkin mengandung efek-efek jangka panjang yang merugikan (long-term detrimental effects).

3.  Informasi keuangan dapat mempengaruhi tingkat formasi modal dalam ekonomi dan menghasilkan realokasi kekayaan antara konsumsi dan investasi dalam ekonomi.

4.  Informasi keuangan dapat mempengaruhi bagaimana investasi dialokasikan dalam perusahaan.

Konsekuensi-konsekuensi ekonomis inilah yang seharusya dipertimbangkan oleh FASB dan SEC, sebagai organisasi penyusun standar akuntansi, mengingat pengaruh yang ditimbulkan oleh masing-masing konsekuensi di atas akan berbeda-beda bagi para pengguna informasi keuangan.

.

INCOME STATEMENT ELEMENTS

Penekanan fungsi income statement sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan penilaian kinerja kepada investor menyebabkan pembahasan berkelanjutan diantara para akuntan tentang identifikasi yang tepat atas elemen-elemen yang dikandungnya, yakni pendapatan, keuntungan, beban, dan kerugian.

.

SFAC Nomor 6

FASB menerbitkan SFAC no.6 yang mendefinisikan elemen-elemen income statement sebagai berikut  :

1.  Pendapatan, merupakan arus masuk atau peningkatan aset lainnya dari suatu entitas ATAU pengurangan kewajiban (ATAU gabungan keduanya) selama periode tertentu, yang diperoleh dari penjualan barang, penyediaan jasa atau aktifitas lain yang merupakan operasi utama perusahaan.

2.  Keuntungan, merupakan peningkatan aset bersih yang berasal dari transakti peripheral atau insidental suatu entitas DAN dari transaksi lainnya, kegiatan lainnya, dan keadaan-keadaan yang mempengaruhi entitas tersebut selama satu periode KECUALI yang berasal dari pendapatan atau investasi dari pemilik.

3.  Beban, arus keluar atau penggunaan aset lainnya ATAU timbulnya kewajiban (ATAU kombinasi keduanya) selama satu periode mulai dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa atau aktifitas lain yang merupakan operasi utama perusahaan.

4.  Kerugian, penurunan nilai aset bersih yang berasal dari transaksi yang bersifa peripheral atau insidental dari suatu entitas DAN dari semua transaksi lain serta dari peristiwa lain DAN keadaan-keadaan yang mempengaruhi entitas tersebut selama satu periode KECUALI yang termasuk beban atau distribusi kepada pemilik.

.

Dari definisi elemen-elemen income statement diatas, tampak bahwa FASB berusaha menggeser terminologi APB yang menekankan pada arus masuk dan arus keluar, realisasi, dan konsep penandingan.  FASB telah menggunakan perubahan aset dan/atau kewajiban dalam kriteria pengakuan dan pengukuran.  Dan sebagai dampaknya, kini neraca tampil lebih dari sekedar tempat menyimpan NILAI SISA dalam proses penentuan pendapatan.

Perbandingan atas kedua konsep diatas adalah  :

No. FASB (perubahan aktiva/kewajiban) APB (inflows/outflows)
1. Sebagai alat ukur perubahan sumber daya ekonomi Sebagai alat ukur efektifitas perusahaan
2. Tergantung pada definisi aktiva dan kewajiban untuk menentukan laba Tergantung pada definisi pendapatan dan beban dan menandingkan keduanya untuk menentukan income
3. Mengakui hal-hal yang ditangguhkan hanya saat merupakan sumber daya atau kewajiban ekonomi Membentuk biaya dan hutang yang ditangguhkan dan cadangan ketika menghitung income
4. Keduanya sepakat bahwa laporan laba rugi lebih penting dari neraca karena dapat meramal arus sumber daya dia masa yang akan dating
5. Membatasi populasi pada kejadian-kejadian yang mengakibatkan perubahan sumber daya ekonomis Pendapatan dan beban meliputi seluruh item  yang diperlukan untuk menandingkan pendapatan dan biaya

.

Dalam teori akuntasni dikenal dua pendekatan dalam menilai hubungan antarabalance sheet dan income statement, yakni articulated dan non-articulated.Pendekatan articulated berarti income statement dianggap sebagai subklasifikasi dari pos modal.  Laba rugi hanya merupakan hasil matematis yang berasal dari perubahan modal dari satu periode ke periode yang lainnya.

Dalam pendekatan articulated ada dua konsep, yaitu konseprevenue-expense approach dan asset-liability approach. Dalam konsep pertama, revenue expenseincome statement diaggap laporan yang paling utama dimana semua transaksi dpandang sebagai posrevenue dan expense, semua transaksi dinggap sebagai pengakuan laba (matching), pengukuran laba dan alokasi ke laba rugi.

Dalam konsep ini yang dipindahkan ke neraca adalah by product dari hasil pengakuan laba atau matching tadi.  Artinya yang dicatat ke neraca hanya deferred credits (liabilities) dan deferred charges (asset).

Sementara dalam pendekatan non-articulated, balance sheet dan income statement secara matematis independen satu sama lain.  Pendekatan ini banyak menjadi perhatian karena ada transaksi yang tidak memengaruhi laba tetapi langsung dipindah ke pos yang bukan hasil dan bukan biaya.  Misalnya, ada kerugian sementara yang langsung dianggap merupakan penyesuaian terhadap unrealized capital (SFAS No. 12)

INCOME STATEMENT FORMAT

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah  :  format income statement seperti apakah yang diinginkan oleh berbagai pengguna laporan keuangan?  Dua pendapat yang kemudian mendominasi diskusi ini adalah current operating performance concept dan all-inclusive concept.

.

Current Operating Performance Concept

Konsep ini berpendapat bahwa hanya perubahan dan kejadian yang dapat dikendalikan oleh manajemen yang dihasilkan dari keputusan periode sekarang yang seharusnya dimasukkan dalam laba.  Hanya hal-hal yang NORMAL dan BERULANG yang seharusnya membentuk ukuran dasar kinerja perusahaan.  Maka LABA BERSIH pun harus mencerminkan AKTIFITAS HARI KE HARI.

All-inclusive Concept

Konsep ini berpendapat bahwa laba bersih harus mencerminkan SEMUA ITEM yang mempengaruhi KENAIKAN atau PENURUNAN ekuitas pemegang saham selama satu periode, dengan pengecualian dari transaksi modal.  LABA BERSIH TOTAL ditentukan dengan MENJUMLAHKAN LABA BERSIH PERIODIK.

FASB dalam SFAC No.5 mencatat bahwa laporan laba rugi menurut all-inclusivedimaksudkan untuk menghindari penghapusan informasi secara bebas dari laporan keuangan, walaupun pencantuman keuntungan atau kerugian yang tidak biasa dan tidak berulang-ulang mungkin dapat mengurangi fungsi dari laporan laba rugi dalam satu tahun untuk tujuan prediksi.

.

Kedua konsep ini hanya berkontroversi dalam bagaimana informasi keuangan ditampilkan, tempat dimana pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian ditampilkan.  Namun yang lebih penting, sejatinya kedua konsep ini setuju dengan informasi yang harus disajikan.  Sedangkan penelitian menunjukkan bahwa investor tidak terpengaruh dengan tempat dimana item dilaporkan dalam laporan keuangan selama pernyataan itu menyajikan informasi yang sama.  Dengan kata lain, kontroversi dari kedua konsep ini menjadi suatu yang TIDAK PENTING.

.

APB OPINION NO. 9

Salah satu masalah yang pertama kali dipelajari APB adalah apa yang termasuk dalam laba bersih.  Kurangnya batasan formasl mengenai penyesuaian laba ditahan ternyata menghasilkan banyak ketidakseragaman dalam praktik bisnis.

Dalam salah satu hasil studinya tentang penyalahgunaan laporan dan peninjauan umum secara menyeluruh dari pendapatan, APB kemudian menerbitkan APB No.9 tentang “Reporting The Result of The Operation“.  APB No.9 mencoba untuk mengambil jalan tengah antara current operating performance concept dan all-inclusive concept.

Secara umum, APB No.9 memberi ketentuan bahwa semua item dianggap NORMAL dan BERULANG kecuali jika memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pengklasifikasian baik sebagai extraordinary item maupun penyesuain periode sebelumnya.   APB No. 9 mewajibkan penyusun laporan keuangan untuk menentukan apakah pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian secara tepat diklasifikasikan sebagai  :

1.  hal normal yang berulang-ulang,

2.  kejadian luar biasa (extraordinary item),

3.  penyesuaian terhadap periode sebelumnya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan .

Maka LABA BERSIH seharusnya menggambarkan seluruh pos keuntungan dan kerugian yang diakui selama periode, dengan pengecualian penyesuaian terhadap periode sebelumnya.  Format laporan yang ditentukan memuat dua bentuk laba, yakni laba bersih dari operasi dan laba bersih operasi ditambahextraordinary item.  Hal ini memberikan kemampuan bagi pengguna laporan keuangan untuk melakukan evaluasi hasil operasi normal atau total laba setelah extraordinary item sesuai dengan kebutuhan mereka.

.

1.  Income from Continuing Operations

Jumlah yang diperlihatkan untuk laba dari operasi berkelanjutan adalah pendapatan dan beban normal perusahaan yang berulang-ulang.  ANGKA LABA menggambarkan jumlah yang dapat diperoleh kembali di masa depan.  Bahkan sering merujuk pada laba perusahaan yang dapat dipertahankan sebagai titik awal bagi investor untuk memprediksi pendapatan masa depan.

2.  Income from Nonrecurring Items

Ada tiga macam pendapatan tidak biasa yang mungkin diperoleh oleh sebuah perusahaan yang harus diungkapkan, yakni  :  operasi yang dihentikan,extraordinary item, dan perubahan prinsip akuntansi.

Discontinued Operations

Sebuah studi menyebutkan bahwa terjadi beberapa penyimpangan dalam pelaporan terkait penerapan opini APB no.9 terkait penyajian hasil penjualan bagian aset sebagai extraordinary namun memasukkan pendapatan dari bagian ini selama periode penjualan sebagai laba biasa.

Maka APB No. 30 diterbitkan untuk menyimpulkan kriteria tambahan untuk mengidentifikasi bagian bisnis yang akan dijual dengan mensyaratkan penyajian terpisah atas  :

(1)   hasil operasi dari segmen yang dihentikan,

(2)  keuntungan atau kerugian pada penjualan aset untuk segmen yang dihentikan termasuk adanya keuntungan dan kerugian operasional selama periode penghentian.

Total keuntungan atau kerugian ditentukan dengan menjumlahkan semua keuntungan atau kerugian pada penjualan bagian aset, dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan oleh kegiatan penghapusan segmen selama masa penghapusan.

APB No.30 kemudian diamandemen dengan SFAS No. 144 tentang “Accounting for Impairment or Disposal of Long-Lived Assets“.  Untuk memenuhi syarat untuk diperlakukan sebagai sebuah operasi yang dihentikan harus memenuhi beberapa kriteria, yakni  :

(1)  Unit yang dihentikan harus dianggap sebagai sebuah “komponen” bisnis.  Definisi “komponen” didasarkan pada pengertian operasi dan arus kas yang dapat dibedakan.  “Komponen” ini dapat berupa segmen, bagian, divisi operasi, lini bisnis, anak perusahaan, dan lain-lain, tergantung kegiatan bisnis dimana entitas beroperasi.

Sedangkan untuk mengasumsikan sebuah “komponen” sebagai kegiatan operasi yang dihentikan harus memenuhi dua kriteria tambahan, yaitu  :

(i)  operasi dan arus kas dari komponen yang dihentikan harus dihilangkan dari hasil transaksi operasional dan arus kas entitasnya,

(ii)  entitas tidak boleh memiliki keterlibatan yang signifikan dalam operasi komponen setelah penjualan berlangsung.

(2)  Saat manajemen memutuskan untuk menjual suatu komponen, maka aktiva dan kewajiban komponen diklasifikasikan “held for sale” di dalam balance sheet.  Kemudian, apabila penghentian komponen telah dilakukan, hasil dari operasi komponen harus dilaporkan dalam income statement sebagai discontinued operations dan dicantumkan tepat dibawah bagian income from continuing operations. Hasil ini dilaporkan bersih setelah dikurangi pajak.  Keuntungan atau kerugian penjualan kemudian baru diungkapkan di catatan atas laporan keuangan (CaLK).

.

Extraordinary Items

APB No.9 mendefinisikan extraordinary item sebagai kejadian dan transaksi yang mempunyai efek material yang tidak diharapkan sering terjadi dan tidak dianggap sebagai faktor yang berulang-ulang dalam setiap evaluasi proses bisnis yang wajar.

APB kemudian membuat review di tahun 1973 tentang kegunaan definisiextraordinary item yang ternyata mendapatkan kesimpulan bahwa pendapatan dan beban tidak dikelompokkan dengan cara yang sama melalui spektrum bisnis perusahaan.  Bisnis tidak mengintepretasikan APB No. 9 dengan cara yang sama dan lebih banyak kriteria spesifik yang dibutuhkan untuk menjamin intepretasi yang lebih seragam atas ketetapannya.

Maka diterbitkanlah APB No. 30 tentang “Reporting The Result of Operations” yang mendefiniskan extraordinary item sebagai kejadian dan transaksi yang dibedakan oleh sifat sebagai berikut  :

(1)  Unusual nature, kejadian atau transaksi harus memiliki tingkat ketidakwajaran yang tinggi dan tidak berhubungan atau hanya secara kebetulan berhubungan dengan aktivitas biasa.

Karena suatu perubahan filosofi, beberapa hal yang dulunya didefinisikan sebagai extraordinary item dalam APB No.9 kini dikeluarkan dari APB No. 30 yakni  :

–  penurunan dan penghapusan piutang, persediaan, peralatan yang dileasing kepada pihak lain, biaya penelitian dan pengembangan yang ditangguhkan, atau aset tidak berwujud lainnya,

–  keuntungan atau kerugian dari penjualan bagian bisnis,

–  keuntungan atau kerugian lainnya dalam penjualan atau penghancuran properti (kekayaan), pabrik, dan peralatan yang digunakan dalam bisnis,

–  akibat pemogokan,

–  penyesuaian kontrak jangka panjang akrual.

Hal ini menyebabkan jumlah pendapatan dan beban yang diijinkan untuk dilaporkan sebagai extraordinary item berkurang signifikan.

(2)  Infrequency of occurance, kejadian atau transaksi tersebut secara masuk akal diperkirakan tidak akan terjadi lagi di masa yang akan datang.

Dalam APB No.9 pemisahan extraordinary item dari item lainnya dalam laporan laba rugi tidak dipisahkan menurut item yang berulang dan tidak berulang.  Item yang jarang terjadi namun bukan tidak biasa diklasifikasikan sebagai laba non operasi dalam kelompok keuntungan dan kerugian lainnya dalam income statement. Penelitian mengindikasikan persyaratan ini sebagai sebuah inkonsistensi kecuali FASB mewajibkan catatan kaki pengungkapan atas efek kejadian tidak teratur pada laba dan pendapatan per lembar saham (EPS).

.

Perubahan Prinsip Akuntansi

Standar akuntansi atas kekonsistenan menyatakan bahwa transaksi yang sama seharusnya dilaporkan dengan cara yang sama setiap tahun.  Namun manajemen seharusnya memilih perangkat praktik akuntansi yang paling tepat menyajikan sumber daya dan kinerja unit pelaporan dan terus menggunakan praktik tersebut setiap tahunnya.  Sehingga terkadang, perusahaan dapat menjumpai bahwa pelaporan berkembang oleh perubahan metode atau perubahan prosedur mungkin diperintahkan oleh FASB atau SEC.

Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah  :  haruskah laporan keuangan yang telah diterbitkan sebelumnya diubah untuk menggambarkan metode atau prosedur yang baru?

Dalam APB no. 20 tentang “Accounting Channges” mengindentifikasikan tiga jenis perubahan akuntansi dan mendiskusikan penyiapan laporan keuangan.  Bahkan dewan merekomendasikan sebuah kelayakan penyajian retroaktif (bergaya membalik) atas ketiga macam perubahan prinsip akuntansi dan errordi bawah ini.

(i)  Perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi

Jenis perubahan ini terjadi jika suatu entitas mengadopsi GAAP yang berbeda dari yang sebelumnya digunakan untuk tujuan pelaporan.  Contohnya perubahan penghitungan persediaan dari LIFO ke FIFO.

Jika prinsip akuntansi diubah, maka perusahaan menampilkan laporan keuangan tahun-tahun sebelum perubahan dilakukan.  Efek perubahan dikumulatifkan pada tahun perubahan dilakukan dan ditampilkan diantara laba bersih dan extraordinary item.

SFAS No. 154 tentang “Accounting Changes and Error Corrections” mensyaratkan aplikasi retrospective ke periode sebelumnya.

1.      Aplikasi prinsip yang baru ke dalam periode akuntansi sebelumnya sebagaimana jika perubahan prinsip diterapkan di periode-periode sebelumnya

2.      Penyesuaian laporan keuangan yang diterbitkan sebelumnya untuk menunjukkan perubahan entitas pelaporan

3.      Revisi laporan keuangan yang diterbitkan sebelumnya untuk menunjukkan koreksi atas kesalahan

(ii)  Perubahan dalam estimasi akuntansi

Penyajian laporan keuangan mensyaratkan estimasi dari kejadian di masa depan dan estimasi seperti itu adalah sasaran dilakukannya review berkala (akibat dari kebutuhan penyajian periodok).  Contohnya perubahan perkiraan umur aktiva yang dapat didepresiasi atau estimasi kolektabilitas piutang.

Perubahan ini tidak membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya yang telah diterbitkan.  Perubahan yang terjadi hanya berpengaruh pada tahun terjadinya perubahan dan tahun-tahun berikutnya.

(iii)  Perubahan entitas pelaporan

Perubahan jenis ini disebabkan oleh perubahan unit pelaporan yang mungkin disebabkan oleh penggabungan usaha, perubahan spesifik anak perusahaan, atau perubahan konsolidasi.

Perubahan dalam pelaporan harus diungkapkan secara retroaktif dengan menyatakan kembali laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya dengan asumsi unit pelaporan baru telah diterapkan di laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya.  Penerbitan kembali laporan laporan keuangan tahun sebelumnya bertujuan untuk membandingkan hasil dari perubahan pelaporan keuangan yang baru dan yang lama.  Selain itu, efek perubahan pelaporan terhadap pendapatan operasi, laba bersih, dan laba per saham terkait harus diungkapkan sebagai perbandingan.

(iv)  Error

Kesalahan tidak dipandang sebagai suatu perubahan akuntansi, namun hasil dari kesalahan perhitungan matematis dan penggunaan metode akuntansi yang salah.  Error didefinisikan sebagai prior period adjustment. Contoh erroradalah  :

1.      Perubahan praktek akuntansi yang awalnya tidak diterima menjadi diterima.

2.      Kesalahan matematis, klerikal.

3.      Kelalaian menambahkan atau menangguhkan pendapatan dan biaya di akhir periode akuntansi.

4.      Salah pengklasifikasian biaya dan beban.

Dalam SFAS No. 16, periode dimana error ditemukan, jenis kesalahan dan efeknya terhadap pendapatan operasi, laba bersih dan laba per saham terkait harus diungkapkan.  Persyaratan ini merupakan perluasan logis dari perbaikan secara retroaktif yang diperlukan untuk perubahan-perubahan akuntansi.  Dengan menyediakan perbaikan retroaktif, pengguna bisa mempredikasi dengan lebih baik prestasi perusahaan seiring berjalannya waktu dengan tepat.

Terdapat error yang bersifat counterbalanced apabila error tidak ditemukan dalam dua tahun.  Error ini tidak memerlukan penyesuaian apabila ditemukan setelah dua tahun.  Apabila error tidak bersifat counterbalanced, maka penyesuaian harus diungkapkan.  (blog.akusukamenulis)

.

:::  Aksi COPYPASTE tanpa menyebutkan sumber tulisan adalah

sebuah PLAGIASI!  :::

.

Sumber  :

Schroeder, G. Richard.  Financial Accounting Theory and Analysis.  Hermitage Publishing Services.  2001  :  New York.

Harahap, Syafri Sofyan.  Teori Akuntansi Edisi Revisi 10.  Rajawali Pers.  2008  :  Jakarta.

Hartantyo, Heru dan Romatan Alex Y.  Resume Laporan Keuangan I  :  Income Statement. 2011  :  Jakarta.

Sukono, dkk. Konsep Penghasilan dan Laporan Laba Rugi. 2008  :  Jakarta.

http://akusukamenulis.wordpress.com/2011/02/13/income-statement-concept-elements-and-format/


 

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in TEORI AKUNTANSI

 

Earning Per Share

diresume oleh  :  Nurfita K. Dewi

EPS (earning per share) dikenal sebagai summary indicator yaitu item tunggal  yang dapat mengkomunikasikan  berbagai informasi mengenai kinerja atau posisi keuangan perusahaan.  Total pendapatan perusahaan dikurangi bagian pendapatan senior security (sekuritas hutang dan saham preferen) merupakan bagian pendapatan yang tersedia untuk pemegang saham biasa yang digunakan untuk penghitungan basic EPS.

.

Rumus perhitungan basic EPS =

Laba bersih setelah dikurangi dividen bagi pemegang saham preferen

Perhitungan dari jumlah saham outstanding

.

Basic EPS (earning per share) merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan pada periode tertentu dari sudut pandang pemegang saham biasa.  Namun, perhitungan basic EPS dirasa tidak memenuhi kebutuhan investor karena pengaruh dari banyaknya jenis saham yang diterbitkan oleh perusahaan.  Options, stock warrant, dan convertible securities yang dapat dikonversi menjadi common stock mengurangi (mendilusi) pendapatan pemegang saham sebelumnya.

.

Opini APB No.9

Opini APB No.9 kemudian mengembangkan konsep residual securities dan senior securities.  Bila ada lebih dari satu jenis saham biasa yang beredar, atau sekuritas yang memiliki hak partisipasi dividen atau bila sekuritas  berasal dari porsi utama dari hak konversi, sekuritas tersebut harus  dipertimbangkan sebagai residual securities, bukan sebagai senior securities dalam penghitungan EPS.

Opini APB No. 9 hanya menyarankan (strongly recommended) dan tidak bersifat wajib, namun pengembangan tersebut menjadi kerangka dasar bagi  opini APB No.15 tentang pentingnya informasi EPS bagi investor dan pasar serta pentingnya metode perhitungan EPS yang konsisten demi keterbandingan.

.

Opini APB No. 15

Opini APB No. 15 mewajibkan penyajian EPS  sebelum extraordinary item dalamincome statement. Syarat ini kemudian digantikan oleh SFAS No. 128 yang menyebutkan bahwa pendapatan dari operasi berkelanjutan dan laba bersih ditampilkan di awal laporan keuangan.  Selain itu, pengungkapan EPS untukdiscontinued operations, extraordinary items, dan cummulative effect from accounting changes juga harus disampaikan.

APB No. 15 juga menyebutkan bahwa perusahaan dapat menganut dua macam struktur modal, yakni simple capital structure dan complex capital structure.  Perusahaan dikatakan berstruktur modal sederhana apabila hanya memiliki saham biasa saja (common stock sebagai residual securities) atau sekuritas lain yang apabila dikonversi, jumlahnya tidak akan mencapai diluted EPS 3%.

Sedangkan perusahaan dikatakan complex capital structure jika terdiri dariconvertible securities, options, warrant, atau hak lain dalam residual securities.  Perusahaan yang menganut complex capital structure diharuskan mengungkap dua jenis EPS, yakni primary EPS dan fully diluted EPS.

Primary EPS hanya memasukkan common stock equivalents selain common stock.  Common stock equivalent adalah sekuritas bukan dalam bentuk common stock namun memampukan pemilik sekuritas tersebut untuk mengkonversinya menjadi common stock dan berhak menerima hasil atas common stock.

.

.

Kritik atas APB No. 15

Tetapi APB No. 15 dikritik sebagai sewenang-wenang, terlalu rumit, tidak masuk akal, dan inkonsisten.  Kritik berfokus kepada apakah convertible security adalahcommon stock equivalen. APB No. 15 justru tidak menyampaikan perhitungan dasar EPS yang dianggap sangat penting karena memberikan gambaran perusahaan dari tanpa dilusi menuju ke dilusi penuh.

Atas banyaknya kritik terhadap APB No.15, perusahaan dengan complex capital structure tidak diharuskan melaporkan basic EPS. Namun kritik masih terus dilayangkan terhadap APB karena sebagian investor merasa basis EPS lebih penting dibanding primary EPS yang dihitung berdasarkan kondisi riil yang terjadi.

.

SFAS No. 128

Pada tahun 1991 FASB mencoba menyelesaikan masalah ini dan akhirnya mengeluarkan SFAS No. 128 dan IAS No.33 (keduanya memiliki isi yang sama) dan mengganti primary EPS dengan basic EPS, dengan alasan-alasan sebagai berikut  :

1.      Basic EPS dan diluted EPS akan memberikan pengguna rentang kemungkinan EPS yang mungkin terjadi.

2.      Penggunaan EPS secara internasional sangat penting dikarenakan database analisis keuangan dan penginternasionalisasi bisnis dan pasar modal.

3.      Indikasi bahwa praktik common stock equivalent tidak bekerja secara efektif.

4.      Perhitungan primary EPS sangat rumit dan kemungkinan tidak mudah dipahami dengan baik atau diterapkan secara konsisten.

5.      Penyajian basic EPS akan menghilangkan kritik terhadap penentuan tentang sekuritas common stock equivalent yang berubah-ubah.

SFAS No.128 mengharuskan penyajian EPS oleh semua perusahaan yang telah menerbitkan common stock atau sekuritas lain yang pengkonversiannya akan menyebabkan penerbitan common stock baru.  Perusahaan dengan simple capital structure hanya melaporkan basic EPS saja.  Sedangkan perusahaan lainnya diharuskan menyajikan basic EPS dan diluted EPS.

.

Basic EPS

Tujuan dari basic EPS adalah untuk mengukur kinerja perusahaan selama periode tertentu dari sudut pandang pemegang common stock. Basic EPS dihitung dengan rumus:

.

Diluted EPS

Tujuan dari diluted EPS adalah mengukur kinerja pro forma suatu perusahaan selama periode tertentu dari sudut pandang pemegang saham biasa apabila pengkonversian sekuritas yang dilutif benar-benar terjadi.  Penyajian ini konsisten dengan tujuan kerangka konseptual dalam penyediaan informasi keuangan perusahaan yang berfungsi untuk menilai prospek dari perusahaan.

Bersama dengan Basic EPS, dua angka ini akan menggambarkan proyeksi informasi historis ke masa mendatang dan menyesuaikan  proyeksi dengan efek dilutif dari suatu sekuritas.  Efek dilutif dari opsi saham dan warrants dihitung dengan menggunakan treasury stock method.  Dan efek dilutif dari convertible security dihitung menggunakan as if-converted method.

Sekuritas yang bersifat antidilutif tidak dimasukkan dalam penghitungan diluted EPS.  Diluted EPS seharusnya melaporkan potensi dilusi maksimal.  Ketika terdapat lebih dari satu sekuritas yang bersifat dilutif, maka sekuritas dengan efek dilutif paling besar yang dimasukkan ke perhitungan diluted EPS terlebih dahulu, diikuti sekuritas dengan efek dilutif makin kecil dibawahnya, sesuai urutan.  Cara mengetahui efek dilutif adalah dengan menghitung pendapatan dari kenaikan satu lembar saham.

.

.

Call Option and Warrant

Opsi saham dan warrant membolehkan pemegangnya membeli saham biasa dengan harga yang telah ditentukan, sehingga pemegang akan menggunakan haknya ketika harga pasar saham lebih tinggi dibandingkan harga yang telah ditetapkan sebelumnya.

FASB mengharuskan penggunaan treasury stock method untuk menghitung efek dilutif terhadap EPS.  Dengan metode ini, saham biasa untuk memenuhi penukaran hak opsi dan warrant didapatkan dengan membeli kembali saham biasa perusahaan yang beredar sesuai harga pasarnya, dengan uang yang diperolehnya dari hasil penukaran.  Selisih kekurangan lembar diperoleh dengan menerbitkan saham biasa baru, inilah yang disebut incremental sharesIncremental shares ini ditambahkan dengan jumlah rata-rata tertimbang lembar saham untuk penghitungan diluted EPS.

.

Written Put Option

Written put options dan forward purchasemensyaratkan entitas pelapor untuk membeli kembali sahamnya sendiri pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.  Sekuritas ini dilutif ketika exercise price di atas harga rata-rata pasar.  Efek dilutif dari written put options dan forward purchase dihitung menggunakan reverse treasury stock method, kebalikan dari treasury stock method pada hak opsi saham dan warrant.

Dengan metode ini, diasumsikan perusahaan akan menerbitkan saham biasa baru sesuai harga pasar untuk mendapatkan uang untuk menutup kontrak.  Uang hasil penerbitan saham baru digunakan untuk membeli kembali saham sesuai kontrak.  Selisih lembar saham yang diterbitkan dan yang diperoleh kembali ditambahkan ke penyebut pada penghitungan diluted EPS.

.

Convertible Securities

Ialah sekuritas (obligasi atau saham preferen) yang dapat ditukar dengan sekuritas lain (saham biasa) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.  Guna menentukan apakah sekuritas bersifat dilutif, memerlukan perhitungan EPS seolah-olah penukaran telah terjadi.  Bentuk “as-if-converted” kemudian dibandingkan dengan EPS tanpa penukaran.

Jika penukaran dapat menyebabkan EPS menurun, sekuritas menjadi dilutif.  Jika tidak, sekuritas akan dinggap antidilutif dan pengaruh proforma penukarannya tidak akan termasuk di dalam terdilusi.

Dengan metode ini “as-if-converted” ini maka  :

1.  Apabila perusahaan memiliki saham preferen konvertibel, dividen saham preferen konvertibel tidak dikurangkan dari net incomesebagai pembilang EPS.  Jika saham preferen tersebut dikonversi, lembar preferen tersebut tidak lagi beredar dan dividen preferen tidak akan dibayarkan.  Oleh karena itu, tidak akan ada bagian laba bersih untuk pemegang saham preferen konvertibel.

2.  Apabila perusahanan memiliki obligasi konvertibel, beban bunga atas sekuritas tersebut setelah pajak ditambahkan ke pembilang.  Jika obligasi tersebut dikonversikan, bunga tersebut tidak akan dibayarkan kepada kreditor, sehingga tidak akan ada penghematan pajak.  Akibatnya, laba bersih akan meningkat sebesar beban bunga dikurangi besarnya pajak.

3.  Jumlah lembar yang diterbitkan pada pengkonversian sekuritas ditambahkan sebagai penyebut EPS.

.

Contingently Issuable Shares

Ialah jumlah lembar yang penerbitannya bergantung pada kondisi tertentu, seperti mencapai tingkat pendapatan atau harga pasar tertentu di masa mendatang.  Jika kondisi-kondisi tersebut tidak terjadi sampai akhir periode pelaporan, SFAS No.128 mengharuskancontingently issuable shares dimasukkan dalam penghitungan diluted EPS sesuai dengan jumlah lembar yang akan dimasukkan apabila akhir periode pelaporan sama dengan periode kontinjensi.

.

Usefulness of EPS

Tujuan dari EPS adalah untuk memberikan investor sebuah indikator atas (1) nilai perusahaan dan (2) harapan dividen di masa mendatang.  Masalah teori yang terbesar yang mengelilingi presentasi EPS adalah apakah informasi ini harus berdasarkan pada sejarah atau ramalan informasi.  Badan akuntansi yang berwenang telah menetapkan bahwa EPS didasarkan pada data historis, bukan data ramalan.  Pandangan ini dituangkan dalam opini APB No. 15 dan baru-baru ini oleh SFAS No. 128 yang konsisten dengan gejala ini.

EPS merupakan indikator keseluruhan, yaitu nilai tunggal yang memberikan informasi tentang kinerja atau posisi keuangan perusahaan. EPS sangat populer karena diperkirakan EPS mengandung informasi yang bermanfaat dalam membuat prediksi mengenai dividen dan harga saham di masa mendatang, serta sebagai ukuran keefisienan suatu perusahaan.

Namun, beberapa akuntan menentang penggunaan laba indikator keseluruhan seperti EPS.  Mereka menyatakan bahwa untuk memahami kinerja perusahaan membutuhkan analisis yang mendalam, tidak hanya dengan rasio tunggal.  Investor akan lebih puas dengan mendapatkan prediksi atas arus kas di masa mendatang.  (blog.akusukamenulis)


:::  Aksi COPYPASTE tanpa menyebutkan sumber tulisan adalah

sebuah PLAGIASI!  :::

.

Sumber  :

Schroeder, G. Richard.  Financial Accounting Theory and Analysis.  Hermitage Publishing Services.  2001  :  New York.

Hartantyo, Heru dan Romatan Alex Y.  Resume Laporan Keuangan I  :  Income Statement. 2011  :  Jakarta.

Sukono, dkk. Konsep Penghasilan dan Laporan Laba Rugi. 2008  :  Jakarta.

.http://akusukamenulis.wordpress.com/2011/02/15/earning-per-share/

Sumber Gambar  :::

http://www.google.co.id/imglanding?q=earnings+per+share&um=1&hl=id&tbs=isch:1&tbnid=ZMNamBNDY5ZPjM:&imgrefurl=http://www.12manage.com/methods_eps.html&imgurl=http://www.12manage.com/images/picture_earnings_per_share.gif&ei=OTBaTeWdAc_jrAePq4jMDQ&zoom=1&w=447&h=302&iact=hc&oei=OTBaTeWdAc_jrAePq4jMDQ&page=1&tbnh=118&tbnw=174&start=0&ndsp=10&ved=1t:429,r:0,s:0&biw=1024&bih=388

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in AKUNTANSI

 

Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan

LAPORAN KEUANGAN 

Pendahuluan

Laporan keuangan merupakan informasi keuangan yang disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali untuk memenuhi kebutuhan sejumlah besar pemakai. Laporan keuangan juga digunakan sebagai sumber utama informasi keuangan dank arena itu laporan keuangan tersebut seharusnya disusun dan disajikan dengan mempertimbangkan kebutuhan para pemakai.
Laporan keuangan merupakan salah satu proses dari pelaporan keuangan, dimana laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Perusahan pelapor adalah perusahaan yang laporan keuangannya digunakan oleh pemakai yang mengandalkan laporan keuangan tersebut sebagai sumber utama informasi keuangan perusahaan.

Pemakai dan Kebutuhan Informasi

Laporan keuangan digunakan oleh pemakai yang berbeda-beda, meliputi investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha, pelaggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat. Beberapa kebutuhannya, meliputi :
a. Investor.
Informasi keuangan digunakan untuk membantu mereka menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Perusahaan juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.

b. Karyawan.
Informasi keuangan digunakan untuk melihat stabilitas dan profitabilitas perusahaan, serta untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.

c. Pemberi Pinjaman.
Tertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar saat jatuh tempo.

d. Pemasok dan kreditor lainnya.
Tertarik pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama meraka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.

e. Pelanggan.
Berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama apabila mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.

f. Pemerintah.
Berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan dan untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

g. Masyarakat.
Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum. Ketentuan laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan investor juga akan memenuhi sebagian besar kebutuhan pemakai lainnya karena investor merupakan penanam modal berisiko dalam suatu perusahaan.
Manajemen perusahaan memiliki tanggung jawab dalam penyusunan dan juga penyajian laporan keuangan perusahaan meskipun mereka memiliki akses atas informasi manajemen dan keuangan tambahan yang membantu dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Manajemen memiliki kemampuan untuk menentukan bentuk dan isi informasi tambahan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Dan laporan keuangan yang diterbitkan didasarkan pada informasi yang digunakan manajemen tentang posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan.

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan memiliki tujuan, yaitu untuk menyediakan informasi yang menyangkut atau berhubungan dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang dapat berguna ataupun bermanfaat dalam pengambilan keputusan dengan menggunakan gambaran pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga memperlihatkan bagaimana pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang telah dipercayakan kepada mereka sehingga mereka dapat membuat keputusan ekonomi.

Posisi Keuangan, Kinerja, dan Perubahan Posisi Keuangan

Dalam pengambilan keputusan ekonomi,diperlukan adanya evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas) dengan lebih baik kalau mereka mendapat informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, dan waktu serta kepastian dari hasil tersebut.

Posisi keuangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1. sumber daya yang dapat dikendalikan,
untuk memprediksi kebutuhan pinjaman dan penghasilan bersih (laba) dan arus kas yang akan didistribusikan kepada pemilik hak dalam perusahaan di masa depan.

2. struktur keuangan,
untuk memprediksi seberapa jauh perusahaan akan berhasil meningkatkan lebih lanjut sumber keuangannya.

3. likuiditas dan solvabilitas,
untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam pemenuhan komitmen keuangannya pada saat jatuh tempo.
Likuiditas : ketersediaan kas jangka pendek di masa depan setelah
memperhitungkan komitmen yang ada.
Solvabilitas : ketersediaan kas jangka panjang untuk memenuhi komitmen pada
saat jatuh tempo.

4. kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Informasi-informasi dalam laporan keuangan :
– informasi kinerja perusahaan
Diperlukan untuk menilai perubaha potensial sumber daya ekonomi yang mungkin dikendalikan di masa depan. Dan untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber yang ada dan perumusah pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya.

– informasi perubahan posisi keuangan
Diperlukan untuk menilai aktivitas investasi, pendanaan dan operasi selama periode pelaporan. Informasi digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas) serta kebutuhan perusahaan untuk memanfaatkan arus kas tersebut.

– informasi posisi keuangan dalam neraca
Dalam laporan keuangan, informasi perubahan posisi keuangan disajikan dalam laporan tersendiri.

Catatan dan Skedul Tambahan

Mencakup pengungkapan tentang risiko dan ketidakpastian yang mempengaruhi perusahaan dan setiap sumber daya dan kewajiban (obligation) yang tidak dicantumkan dalam neraca.

Asumsi Dasar
Dasar Akrual

Laporan keuangan disusun dengan dasar akrual dimana pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

a. Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ada dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai.

b. Relevan
Disebut relevan apabila sudah dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.

c. Materialitas
Informasi dipandang material apabila proses pengambilan keputusan oleh pemakai yang berdasarkan laporan keuangan dipengaruhi oleh kesalahan dalam pencatatan informasi keuangan. Materialitas tergantung pada besarnya kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khusus dari kelalaian dalam mencantumkan (omission) atau kesalahan mencatat (misstatement).

d. Keandalan
Sebuah informasi keuangan dapat dianggap andal, apabila dapat memberikan informasi yang luput dari informasi yang dapat menyesatkan, terdapat kesalahan material, dan mampu memberikan penyajian yang jujur (faithful representation).

e. Dapat Diperbandingkan
Laporan keuangan harus dapat digunakan oleh pemakai untuk melakukan perbandingan posisi dan juga kinerja keuangan perusahaannya dengan perusahaan lainnya. Pengukuran dan penyajian atas dampak transaksi keuangan harus dilakukan secara konsisten. Dengan periode yang sama dan perusahaan yang berbeda.

Unsur Laporan Keuangan
a. Berkaitan dengan pengukuran posisi keuangan
– aktiva,
– kewajiban, dan
– ekuitas.
b. Berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi
– penghasilan
– beban
Posisi Keuangan
a. Aktiva
Sumber daya milik perusahaan yang berasal dari masa lalu dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

b. Kewajiban
Hutang yang diperoleh demi mendapatkan manfaat ekonomi bagi perusahaan pada masa lalu.

c. Ekuitas
Hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.

Sewa guna usaha keuangan menimbulkan pos yang memenuhi definisi aktiva dan kewajiban dan diakui seperti itu dalam neraca penyewa guna usaha (lessee).

Aktiva
Perusahaan menggunakan aktiva untuk memproduksi barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan dan keperluan pelanggan. Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva dapat mengalir dalam perusahaan dengan berbagai cara, yaitu :
1. digunakan baik sendiri maupun bersama aktiva lain dalam produksi barang dan jasa yang dijual oleh perusahaan;
2. dipertukarkan dengan aktiva lain;
3. digunakan untuk menyelesaikan kewajiban; atau
4. dibagikan kepada para pemilik perusahaan.

Aktiva perusahaan diperoleh dari proses pembelian maupun produksi perusahaan yang kemudian dapat menghasilkan aktiva. Selain itu juga terdapat hubungan erat antara pengeluaran dengan perolehan aktiva walaupun kedua peristiwa ini tidak harus berlangsung secara bersamaan.

Kewajiban
Merupakan suatu tanggung jawab yang dimiliki oleh perusahaan untuk melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Keputusan manajemen perusahaan untuk membeli aktiva di masa depan tidak dengan sendirinya menimbulkan kewajiban sekarang.
Dalam menyelesaikan kewajiban yang ada saat ini, perusahaan akan mengorbankan sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi di masa yang akan datang. Hal tersebut dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
1. pembayaran kas;
2. penyerahan aktiva lain;
3. pemberian jasa;
4. penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain; atau
5. konversi kewajiban menjadi ekuitas.

Kewajiban sering dianggap sebagai penyisihan yang menyangkut kewajiban masa kini dan memenuhi ketentuan lain dalam definisi tersebut, maka pos yang bersangkutan merupakan kewajiban meskipun jumlahnya harus diestimasi.
Ekuitas
Pada perseroan terbatas dalam setoran modal yang dilakukan oleh para pemegang saham, ekuitas dapat disubklasifikasikan dalam neraca. Klasifikasi tersebut dapat berguna bagi kebutuhan pengambilan keputusan pemakai laporan keuangan. Selain itu juga dapat memperlihatkan fakta akan perbedaan hak kepemilikan dalam kaitannya dengan penerimaan dividen.

Kinerja
Pengukuran kinerja dilakukan berdasarkan penghasilan bersih (laba) yang memiliki ketergantungan terhadap konsep dan pemeliharaan modal dalam penyusunan laporan keuangan. Pengukuran kinerja berdasarkan penghasilan bersih (laba) berkaitan langsung dengan penghasilan dan beban.
a. Penghasilan.
Merupakan penambahan atau pemasukan aktiva atau penurunan kewajiban yang terjadi selama satu periode dan menyebabkan kenaikan ekuitas tanpa kontribusi dari penanam modal.

b. Beban (expenses).
Berkurangnya aktiva atau terdapat kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas dan terjadi selama satu periode tanpa berhubungan dengan penanam modal.

Pengakuan Unsur Laporan Keuangan
Pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui apabila :
a. memiliki kemungkinan memperoleh manfaat ekonomi yang berasal dari pos tersebut; dan
b. pos tersebut memiliki nilai atau biaya yang dapat diukur dengan benar.

Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi. Pengukuran-pengukuran tersebut memiliki dasar-dasar yang berbeda, yaitu :
(a) Biaya historis. Aktiva dicatat sebesar pengeluaran kas dan kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewajiban.
(b) Biaya kini (current cost). Aktiva dinilai dalam jumlah kas yang seharusnya dibayar bila aktiva diperoleh sekarang dan kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas yang tidak didiskontokan dan mungkin dibutuhkan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang.
(c) Nilai realisasi/penyelesaian (realizable/settlement value). Aktiva dinyatakan dalam jumlah kas dengan menjual aktiva dalam pelepasan normal dan kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian; yaitu kas yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayar kembali.
(d) Nilai sekarang (present value). Aktiva dinyatakan sebesar arus kas masuk bersih masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang dan kewajiban dinyatakan sebesar arus kas keluar bersih di masa depan yang didiskontokan ke nilai sekarang.

berdasarkan SAK per 1 Oktober 2004

 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2011 in AKUNTANSI

 

HUKUM ZAKAT PROFESI

Hukum Zakat Profesi

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2011 in AKUNTANSI SYARI'AH

 

Undang-undang Keguruan

presentasi_uuno14

 
Leave a comment

Posted by on March 1, 2011 in PENDIDIKAN